Manusia cyborg, Hasil dari Human Networking di Masa Depan
Virus Komputer Masa Depan Dapat Menginfeksi Manusia
Apa jadinya bila dalam tubuh manusia dipasang chip komputer, sehingga tubuh manusia bisa terintegrasi dengan komputer dan segala macam teknologi informatika? Beberapa ahli komputer mengungkapkan bahwa di masa depan kelak, ide untuk “mengawinkan” manusia dengan teknologi mungkin diaplikasikan secara nyata. Berdasarkan perkiraan ini, diperkirakan akan datang suatu hari ketika virus komputer dapat menginfeksi manusia seperti halnya PC.
Manusia cyborg, merupakan hasil dari proses me-network-kan manusia (Human Networking). Tubuh manusia akan ditanami chip dengan fungsi-fungsi tertentu dan sistem saraf pusat (otak) manusia akan dihubungkan dengan kabel-kabel yang terhubung dengan suatu sistem komputer.
Human Networking ini dipercaya memiliki kegunaan-kegunaan untuk manusia yang di-network-kan ke komputer. Me-network-kan otak manusia sama artinya dengan menciptakan sebuah database pengetahuan yang hampir tidak terbatas bagi pemiliknya. Hal ini sama artinya juga dengan meng-upgrade manusia, memberikan manusia kemampuan yang tidak dimiliki sebelumnya.
Pemasangan chip ke dalam tubuh manusia dapat membuat suatu sistem kerja yang bersinergi antara komputer dan manusia. Chip yang ditanamkan tersebut dapat berfungsi untuk mengoperasikan lengan mesin pada orang yang cacat pada lengannya.
Lalu, bagaimana kemungkinan virus komputer menginfeksi manusia? Masalah keamanan sistem dari manusia cyborg akan menjadi masalah besar dan krusial dimasa depan. Manusia yang di-network-an pasti akan terhubung dengan internet. Jadi hampir tidak mungkin seorang manusia cyborg terhindar dari serangan virus. Bila telah terinfeksi virus, maka jalannya metabolisme tubuh manusia dalam bahaya. Bayangkan saja, otak manusia sebagai sumber koordinasi organ-organ tubuh manusia dikacaukan kerja dan metabolismenya karena komputer yang terhubung kepada otak manusia dan sinyal-sinyal listrik yang ada antara otak manusia dan komputer menjadi kacau balau akibat serangan virus. Sinyal-sinyal listrik antar neuron dalam otak juga dapat terganggu sehingga dapat mengganggu kinerja organ-organ tubuh yang dibawahinya.
Chip yang ditanamkan dalam tubuh manusia juga beresiko terserang virus. Bila hal ini terjadi, resikonya adalah mal fungsi dari chip dan chip dapat konslet dan rusak didalam tubuh, sehingga tubuh manusia dapat tersengat listrik dan organ-organ disekitar chip dapat rusak karena panas akibat konsleting pada chip.
Ancaman keamanan akan manusia cyborg dimasa depan yang lebih buruk dari pada virus komputer adalah hacker. Jika manusia di-network-an, implikasi manusia cyborg tersebut untuk dihack akan menjadi jauh lebih serius. Saat ini, hacker yang membobol suatu sistem komputer telah dianggap hal biasa dan dapat ditolerir oleh masyarakat. Akan tetapi, jika manusia yang terkoneksi kepada internet dan kemudian dia dihack, maka hal ini akan menjadi suatu tindakan ilegal yang benar-benar diluar toleransi.
Dimasa depan, kemungkinan akan muncul bentuk baru pelanggaran Hak Asasi Manusia yaitu human hacking. Bayangkan saja, otak manusia yang terhubung dengan komputer dihack dan dikendalikan kinerjanya dari luar oleh orang asing secara ilegal. Dengan pengembangan teknologi hacking yang maju dimasa depan, bukan tidak mungkin manusia cyborg yang dihack tersebut, emosi, kesadaran, dan gerakan tubuhnya secara penuh dikendalikan oleh hacker. Pembunuhan, pencurian, dan potensi-potensi kejahatan lain akan banyak bermunculan dan kondisi ini diperparah dengan sulitnya menangkap pelaku kriminal yang sebenarnya karena dia memanfaatkan tubuh orang lain untuk menjalankan kejahatan. Bisa jadi kasus kriminal berupa pembunuhan oleh manusia cyborg yang telah dihack yang terjadi di Asia sebenarnya diotaki oleh seorang hacker di Amerika yang mengendalikan manusia cyborg tersebut.
Hal yang tidak kalah mengkhawatirkan dari virus komputer yang menginfeksi manusia dan human hacking adalah munculnya suatu spesies makhluk hidup baru hasil perpaduan antara virus komputer dan virus biologis. Bila hal ini benar terjadi, maka penyebaran virus penyakit dapat terjadi begitu cepat dan sangat luas. Virus penyakit yang sedang mewabah pada suatu tempat dapat muncul pada belahan dunia lain karena proses penyebaran spesies tersebut mengikuti cara kerja virus komputer. Para ahli komputer dan ahli biologi masa depan harus melakukan penelitian dan memastikan bahwa tidak ada kemungkinan sama sekali untuk terciptanya suatu spesies gabungan antara virus komputer dan virus biologi yang akan menginfeksi manusia cyborg.
Lepas dari kontroversi akan resiko-resiko bahaya pada manusia cyborg, penanaman chip dalam tubuh manusia memiliki manfaat yang banyak untuk kehidupan. Berbagai macam kemudahan dapat didapatkan manusia bila tubuhnya terintegrasi dengan komputer melalui chip tersebut.
Saat ini, teknologi penanaman chip dalam tubuh manusia telah mulai dikembangkan. Kevin Warwick, profesor cybernetics dari Reading University, adalah seorang ahli yang telah mengembangkan teknologi human networking berupa penanaman chip kedalam tubuh manusia. Dia pernah melakukan eksperimen human networking dengan menghubungkan sistem neuron atau otaknya pada sebuah komputer. Dia juga telah menanamkan chip komputer yang diberi nama RFID chips kedalam lengannya. Dia telah berhasil menggerakan lengan mekanis secara otomatis melalui konektivitas didalam tubuhnya yang telah ditanami RFID chip tersebut. Teknologi ini dapat diaplikasikan untuk penyandang cacat berupa lumpuh. Salah satu hal yang unik dari eksperiman tersebut adalah Warwick tidak bersedia memberitahukan IP address dari lengannya kepada masyarakat luas karena khawatir akan dihack. Kekhawatiran ini sesuai dengan perkiraan maraknya human hacking pada manusia cyborg dimasa depan.
Selain itu, Kevin Warwick juga bekerjasama dengan rumah sakit Stoke Mandeville di Amerika Serikat untuk mengaplikasikan RFID chips terhadap penyandang cacat. Sebagai contoh, seorang pasien penyandang cacat dapat menggerakkan kursi roda dengan sistem sarafnya melalui perintah-perintah dari otak.
Penanaman RFID chips kini juga mulai diplikasikan untuk tujuan-tujuan yang umum dan luas. Pelanggan dari sebuah bar di Barcelona dapat memilih untuk menanamkan RFID chips ke dalam lengannya sehingga memudahkan untuk menghitung bill atas minuman yang dibelinya. Pegawai departemen hukum di Meksiko menanamkan RFID chips untuk menangkal percobaan pencurian. Departemen Obat dan Makanan Amerika serikat juga telah menyetujui pemakaian RFID chips pada manusia. Potensi manfaat lain dari RFID chip adalah dapat membantu tenaga medis untuk mendata informasi kesehatan pasien dari chip.
Melihat hal di atas, tampaknya benih-benih pe-network-kan manusia telah muncul. Meskipun memiliki beberapa manfaat, Human Networking mengandung pelanggaran norma-norma kemanusiaan seperti halnya usaha para ilmuwan untuk mengembangkan kloning. Human Networking sama saja seperti mengubah makhluk hidup ciptaan Tuhan menjadi benda mati.
Dalam Human Networking, tidak ada sama sekali letak perwujudan rasa syukur manusia kepada Tuhan yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Pelanggaran norma-norma kemanusiaan dalam Human Networking sama halnya dengan pelanggaran norma-norma kemanusiaan dalam operasi plastik. Sebagai manusia yang beragama, mari kita bersama-sama mencegah perkembangan teknologi yang dapat merubah hakikat manusia sebagai makhluk hidup ini.
